(ID) +62 811 123 7916
[email protected]

3 Kampanye Digital Marketing Yang Empatik Untuk Menyongsong New Normal

 

Empati adalah jalan menuju strategi marketing yang personal. Untuk seorang marketer bisa merancang sebuah kampanye yang personal, ia sendiri harus bisa melihat dan merasa dari perspektif kustomer, dan ini membutuhkan latihan. Seiring bisnis bergerak memasuki New Normal, menjadi vital untuk bisa terhubung dengan kustomer secara empatik.

Ketika kustomer sudah percaya dengan sebuah brand, digital marketing akan lebih mempermudah semuanya untuk mengikuti semua rutinitas bisnis yang harus berubah karena Pandemi. Beruntunglah brand yang sudah mendapat kepercayaan kustomer karena bisa memberi waktu untuk tim internal mempersiapkan strategi digital mitigasi dalam menghadapi New Normal. Tapi bagaimana dengan brand yang belum mendapat kepercayaan dari kustomer?

Invitation

Jika sekarang ingin melakukan engagement secara empatik dengan kustomer dulu, ada tiga cara yang bisa dilakukan:

  1. Email Marketing Campaign: Mengirim Email Dengan Rasa Peduli

    Kita semua pasti sudah menerima email dari banyak brand yang menjadi rekanan bisnis dengan isi terkait respon mereka terhadap COVID-19. Memang, sepertinya semua brand mengirimkan email dengan topik serupa ketika Pandemi mulai merebak. Lalu jika semua bicara hal yang serupa, bagaimana caranya bisa menawarkan sesuatu yang berbeda?

    Beberapa marketing email yang berhasil adalah email yang bisa membangun konteks dengan pembacanya. Ada relevansi di dalamnya. Ada empati! Satu hal yang paling bisa dilakukan adalah berbicara dari sudut pandang kustomer, memahami pain points mereka dalam saat Pandemi ini. Kami sempat merangkum 5 Hal Yang Harus Diketahui Ketika Berbisnis Dalam Masa Pandemi, dan salah satunya adalah seputar membuat email yang bisa Anda pelajari.

    Membangun koneksi dan menawarkan solusi adalah fokus berikutnya yang harus digarisbawahi ketika membuat email yang peduli. Mengungkapkan maksud dengan jelas tanpa agenda tersembunyi sangat disarankan karena saat ini semua pelaku bisnis begitu sensitif akibat tekanan-tekanan yang muncul karena New Normal.

  2. Content Marketing Campaign: Gunakan Kekuatan Konten Untuk Tetap Terhubung

    Banyak brand mengalami kerugian karena program marketing mereka harus terhenti akibat Pandemi dan hanya digital marketing yang bisa tetap dieksekusi. Itu pun tidak bisa semata-mata mengadopsi strategi yang sudah dibuat karena sekarang tantangannya berbeda, dan ditambah semua brand melakukan digital marketing juga untuk memenangkan konsumen dalam New Normal. Tapi keberadaan brand-brand lain yang melakukan digital marketing juga bisa membawa manfaat tersendiri karena kita bisa mengetahui apa yang bisa dan apa yang tidak bisa dilakukan dalam masa New Normal ini.

    Social media dan Landing Page adalah yang dimaksud di sini. Jika saat ini belum memungkinkan untuk menawarkan produk Anda, setidaknya kedua hal tersebut bisa tetap membuat Anda bisa terhubung dengan kustomer. Sebelum berkampanye, kumpulkan sebanyak data dulu dengan memulai memikirkan:

    1. Bagaimana Anda mendukung kustomer Anda
    2. Sumber daya dan informasi penggunaan untuk kustomer Anda sekarang dan selama beberapa bulan ke depan
    3. Tautan ke sumber daya eksternal dan informasi dalam industri atau komunitas Anda
    4. Informasi kontak, yang mungkin berbeda dari biasanya

    Arahkan follower di sosial media dengan sebuah kampanye untuk berakhir di Landing Page bisnis Anda. Buatlah sebuah bentuk komunikasi yang kreatif, empatik dan pastinya inline. Berikutnya, penggunaan ad bisa dipertimbangkan juga. Tapi pesan kami adalah sudah banyak perusahaan yang mengubah strategi ad placement atau bahkan menghentikannya sekarang karena mencoba menawarkan konten yang relevan atas apa yang dialami kustomernya, yaitu terdampak Pandemi. Dengan kata lain, jangan asal main “tubruk” dengan ad placement tanpa arahan komunikasi yang jelas.

  3. Digital Event Campaign: Buat Event Virtual Yang Bisa Mengembangkan Komunitas

    Sebelum Pandemi, Indonesia bukanlah penggemar webinar. Event workshop, talkshow atau seminar lebih sering dilakukan secara offline karena lebih menarik dan diminati. Sekarang sudah beda ceritanya. Di saat awal Pandemi ini merebak, webinar masih belum terlalu dilirik tapi siapa sangka masa PSBB bisa selama ini dan akhirnya mau tidak mau webinar (atau segala bentuk event virtual lainnya) mulai diminati.

    Ini adalah peluang untuk kembali terhubung dengan kustomer yang tidak bisa dilewatkan. Pikirkan apa yang bisa membantu menumbuhkan awareness dan bahkan lead pada brand dan penawaran-penawaran Anda. Toh, banyak platform virtual event yang gratis juga.

    Berikut daftar pertanyaan yang bisa Anda gunakan sebelum meluncurkan event virtual:

    1. Apa yang Anda inginkan dari kustomer Anda?
    2. Konten atau pengalaman apa yang Anda inginkan untuk kustomer Anda?
    3. Bagaimana Anda dapat memanfaatkan media sosial untuk aktivasi dan interaksi langsung?
    4. Apa atau bagaimana Anda akan menindaklanjuti dengan peserta Anda setelah event?

 

Apa yang bisa disimpulkan?

Tidak seorang pun, bahkan para pemimpin dunia saat ini, yang memiliki pengalaman menghadapi dan menjalani pekerjaannya dalam masa Pandemi. Kami paham bahwa sudah banyak business plan yang dipersiapkan awal tahun 2020 sudah hancur begitu saja karena Pandemi ini menghantam siapa saja dan apa saja.

Tapi daripada melihat Pandemi ini sebagai musibah, alangkah baiknya kita melihatnya sebagai opportunity. Sekarang saatnya optimis dan mencoba membangkitkan bisnis kembali. Apalagi jika bisnis Anda selama ini berkecimpung secara offline saja, ketiga hal di atas setidaknya yang bisa dilakukan dulu untuk memulai digital marketing.

Last but not least, kami punya Free Live Webinar: Transformasi Digital Yang Efektif Dalam New Normal pada 16 Juli 2020, pukul 14.00 WIB, yang bisa Anda ikuti secara gratis. Silakan menuju ke sini untuk mendaftar. Stay Healthy, Keep Growing!

0811-123-7916