(ID) +62 811 123 7916
[email protected]

Bagaimana Pardot Bisa Memudahkan Pekerjaan Tim Marketing

Merdeka!

Tahun ini kita semua memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 dalam suasana pandemi dan resesi teknis. Semoga hal ini justru menjadi penyemangat untuk Indonesia agar lebih keras berusaha untuk maju.

Bicara tentang kemerdekaan, otomatisasi sebenarnya dibuat untuk memudahkan hidup manusia, dan marketing automation dibuat untuk memudahkan pekerjaan digital marketer di mana saja. Apa saja yang bisa diotomatisasi? Lead Qualification? Assignment? Notifications? Task Creation? Applying Tags? Adding to campaigns?

Sebenarnya Pardot sebagai marketing automation sudah memungkinkan marketer untuk melakukan begitu banyak task dengan mudah demi mencapai marketing goal. Automation rules memudahkan pekerjaan dengan beragam cara, dari qualifying leads sampai personalisasi. Nah, sekarang mari melihat dengan lebih dalam bagaimana Pardot bisa lebih “memerdekakan” hidup Anda sebagai digital marketer:

  1. Mengembangkan terus model Lead Qualification

Automation rules adalah cara yang hebat untuk mengustomisasi model scoring dan grading Anda. Pertimbangkan mengustomisasi scoring rules baseline Anda sembari menggunakan automation rules sebagai tambahan untuk mengukur dan merespon customer engagement dan intent. Anda mungkin melihat prospek yang memiliki kualifikasi scoring tertentu terhadap aktivitas-aktivitas tertentu seperti:

  1. Kenaikan score yang bahkan lebih tinggi. Mengombinasikan aktivitas-aktivitas tertentu mungkin lebih efektif dan memicu keinginan membeli.
  2. Membuat task dalam Salesforce untuk menunjuk representatif. Tim Sales akan sangat terbantu dengan real-time alert melalui Salesforce Engage.
  3. Memberikan improvement bagi anggota dari tim Marketing. Ini adalah cara yang proaktif mengingatkan tim Marketing untuk menegaskan keefektifan dari model lead qualification mereka, atau sebagai referensi untuk selalu mengevaluasi dan mengembangkan model lead qualification.

 

  1. Mengatur Model Scoring Untuk Lead Yang Tidak Aktif

Untuk menyikapi prospek yang tidak aktif seiring waktu, dapat digunakan automation rule berulang untuk membentuk model scoring lead tidak aktif. Jika prospek sudah tidak aktif selama sejumlah hari yang sudah ditentukan, kurangi score mereka. Pastikan kembali lagi dengan mengulang formula secara spesifik sampai prospek menjadi aktif lagi atau score mereka menjadi nol.

 

  1. Menggabungkan Google Analytic UTM dan Salesforce Campaign

Dengan menggunakan Google Analytics Connector dan UTM Parameters, Anda bisa menangkap bagaimana prospek mencapai website Anda. Anda kemudian bisa menjalankan automation rule untuk mencari perbedaan-perbedaan UTM di sini sehingga Anda bisa menghubungkan prospek dengan Salesforce Campaign yang tepat. Ini adalah cara yang bagus untuk mengevaluasi nilai dari kampanye-kampanye online Anda.

 

  1. Mengustomisasi Email-Email Autoresponder

Meningkatkan personalisasi dan content engagement dengan mengirimkan autoresponder email yang unik kepada prospek juga sangat disarankan. Automation rules bisa dikonfigurasi untuk mengevaluasi kriteria field dalam kombinasi penggunaan form submission data untuk mendorong autoresponder email yang spesifik kepada prospek dengan form yang lengkap.

 

  1. Prospek baru untuk Welcome Series

Ketika prospek baru diciptakan, Anda dapat membuat automation rule yang bisa menambah mereka ke dalam daftar yang tergolong dalam Welcome Series Engagement Program.

 

Dari semua ini, bisa disimpulkan bahwa apa yang kita sudah bahas di atas adalah tentang menempatkan kustomer Anda di tengah-tengah dari segalanya. Pardot sebagai Marketing Automation mengarah pada ABM atau Account-Based Marketing, yang mana adalah strategi marketing B2B yang memfokuskan pada kustomer atau akun secara spesifik. Daripada menggunakan satu kampanye untuk target audience yang banyak, ABM adalah kebalikannya, menggunakan begitu banyak kampanye yang dipersonalisasi untuk beberapa akun dengan pendekatan yang personal.

 

Tidak ada pendekatan yang “one size fits all” dalam ABM dan strategi-strateginya pun bisa beragam tergantung pada tujuan bisnisnya. Apakah artikel ini menjawab kebutuhan bisnis Anda dan tertarik untuk membahasnya lebih jauh? Kami ada di https://langitkreasi.com/contact-us/

0811-123-7916