(ID) +62 811 123 7916
[email protected]

Saatnya Menerapkan KPI Untuk Performa Website Anda

Mengapa Website begitu penting?

Ketika kita berbicara soal terhubung secara online, website adalah aset digital yang paling bisa memberikan kredibilitas kepada sebuah brand. Memiliki website berarti brand Anda secara resmi memiliki “lahan” yang bisa dikunjungi siapa saja dan diharapkan “berlama-lama” di sana.

Untuk B2B, memiliki website adalah sebuah keharusan. Tapi pengembangan “lahan” Anda tidak berhenti sampai di tahap kredibilitas. Mungkin saat ini website Anda sudah menyediakan semua informasi yang diperlukan oleh calon kustomer Anda. Website Anda bahkan sudah tergolong memiliki komponen yang lengkap. Lalu bagaimana membuat website Anda bisa menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekadar kredibilitas?

Alih-alih melihat website sebagai laman informasi brand atau perusahaan yang resmi, mari melihat sebagai alat penghasil lead yang hebat. Lead yang dimaksud di sini adalah prospek berupa data pengunjung website Anda, atau calon kustomer yang tertarik untuk mendalami produk Anda lebih jauh. Nah, mari berpikir dari perspektif kustomer dengan bertanya, “apa untungnya buat saya dengan memberikan data pribadi saya pada website Anda?”

Dengan pertanyaan ini, pola pikir Anda ketika membuat website akan berubah dari melihatnya sebagai sesuatu yang nice-to-have menjadi sebuah Investasi.

Agar calon kustomer Anda mau memberikan data pribadinya dalam form di website Anda, maka website Anda harus meyakinkan. Dimulai dari brand storytelling yang meyakinkan, creative guideline yang konsisten, konten yang selalu ter-update, visual yang menarik dan berkarakter, dan yang tak kalah penting, UI/UX dari website Anda (terutama versi mobile) yang memastikan website Anda nyaman diakses. Sedangkan agar website Anda menjadi lead generator yang efektif, pastikan 8 hal penting berikut:

  1. Tampilkan CTA (Click To Action) yang tidak membingungkan. Ini adalah momen penting menuju konversi yang Anda butuhkan.
  2. Pastikan selalu memberi website visitor Anda sesuatu untuk dilakukan. Jangan biarkan website visitor Anda kebingungan melakukan apa lagi di website Anda.
  3. Desain KPI dari pemetaan CTA dan lead generation agar Anda bisa melihat investasi yang Anda taruh di website Anda sebenarnya berguna atau tidak.
  4. Pantau setiap metrik yang dirasa penting. Pastikan Anda menggunakan web analytic untuk yang satu ini. Pantau hal-hal seperti di bagian mana yang paling banyak dikunjungi atau apa yang paling banyak dilihat.
  5. Pastikan navigasi sederhana dan mudah. Jangan ingin terlihat mewah tapi justru membuat semuanya menjadi kompleks.
  6. Pastikan memberi website visitor sesuatu untuk dilakukan setelah mereka terkonversi. Logikanya, mereka sudah memberi data personal mereka, setidaknya Anda bisa memberi konten-konten free download yang relevan untuk mereka sebagai reward.
  7. Pastikan membuat konten-konten yang memang menjawab pertanyaan website visitor. Hal ini bisa dilakukan dengan beragam cara tapi, ingat, jangan sampai membuat semuanya menjadi lebih kompleks atau tidak nyaman untuk diakses.
  8. Gunakan form dalam landing page yang terhubung dengan marketing automation dan sales cloud. Begitu website visitor mengisi form dan memberikan data personalnya, hal ini bisa ditindaklanjuti dengan beragam kampanye email marketing atau juga bisa langsung diolah untuk scoring/grading sebagai lead yang potensial untuk ditindaklanjuti oleh tim Sales Anda.

Kesimpulannya, website Anda bisa lebih dari sekadar website berisi informasi. Dengan maraknya Work-From-Home, penggunaan akses online meningkat drastis yang artinya apa yang biasanya dilewatkan saat ini kemungkinan besar mulai diperhatikan. Dengan adanya peningkatan ini, website Anda bisa dioptimalkan setiap komponennya untuk bisa berkontribusi menyumbang revenue juga.

0811-123-7916